Bakpia Deva Menciptakan Inovasi untuk Menembus Pasar Luar Negeri

- Sabtu, 23 April 2022 | 14:18 WIB
Bakpia Deva Menciptakan Inovasi untuk Menembus Pasar Luar Negeri (Dokumentasi Penulis)
Bakpia Deva Menciptakan Inovasi untuk Menembus Pasar Luar Negeri (Dokumentasi Penulis)

SLEMANNEWS.COM- Pandemi covid-19 hampir melumpuhkan seluruh aspek kehidupan, terutama pada sektor UMKM baik yang berskala besar sampai yang berskala kecil. Maka dari itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan guna mengembangkan UMKM.

Pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas pada kegiatan UMKM diharapkan mampu untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas atas produk yang dihasilkannya terutama pada produk makanan ringan.

Dengan adanya inovasi dan kreativitas baik dari pelaku usaha maupun karyawan maka bukan hanya berdampak pada kualitas produk saja melainkan pada peningkatan jumlah penjualan, produk yang sulit untuk ditiru, serta dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Baca Juga: Resep Soto Medan yang Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan, Gurih dan Hangat di Perut

Bukti nyata pandemi Covid-19 telah membuat menurunya daya beli masyarakat. Hal ini membuat publik mengurangi interaksi diluar rumah untuk menekan persebaran Covid-19.

Fenomena ini menjadikan traumatic pada masyarakat yang kemudian mengharuskan mereka untuk menjaga jarak. Oleh sebab itu, banyak konsumen yang memilih pembelian kebutuhan secara digital.

Hal tersebut tentu saja berdampak pada pelaku UMKM yang terpaksa harus menutup usahanya, dikarenakan menurunya pembelian dan konsumen masih tergantung pada penjualan secara offline.

Baca Juga: 5 Kutipan Inspiratif Dari Perempuan-Perempuan Berpengaruh di Dunia, Dua Orang Dari Indonesia

Beralihnya bisnis offline menuju bisnis digital disebut sebagai fenomena kewirausahan digital. Media sosial dan market place (perantara) dapat menjadi sebuah konsep untuk mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas.

Tetapi didalam upaya pengembangan UMKM digital perlu diperhatikan beberapa hal diantaranya, yaitu kualitas produksi, kapasitas produksi, dan literasi digital.

Halaman:

Editor: Annisa Khairiyyah Rahmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X