Pro dan Kontra Terkait Kenaikkan Harga Cukai Tembakau Rokok, Ari : Apa Urgensinya

- Jumat, 20 Januari 2023 | 23:54 WIB
Dialog bersama antara pemerhati tembakau dan sejumlah konsumen rokok dan buruh. (Dok. Istimewah)
Dialog bersama antara pemerhati tembakau dan sejumlah konsumen rokok dan buruh. (Dok. Istimewah)

SLEMANNEWS.COM - Tembakau merupakan aset terbesar penyumbang pendapatan negara, namun di saat pemerintah pusat menaikkan harga cukai hasil tembakau banyak masyarakat pro dan kontra atas kebijakan tersebut.

Ari Fatanen selaku Ketua Umum Pakta Konsumen, angkat bicara saat dalam forum dialog kebijakan terkait upaya membangun kesepahaman bersama tentang kebijakan pertembakauan di Indonesia.

Acara dialog tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta (PD FSP RTMM-SPSI DIY), Kamis 19/01/23.

Baca Juga: Taman Ramah Anak Ngeringin Condongcatur, Mendapat Apresiasi Bupati Sleman Sri Kustini.

Ia menerangkan bahawa jumlah perokok di indonesia pada tahun 2021 berjumlah 69,1 juta.

''kontribusi konsumen rokok terhadap negara, bahwa konsumen rokok di Indonesia berjumlah 69,1 juta perokok pada tahun 2021''ungkapnya.

Selain itu dengan kata lain sambungnya, kontribusi besar bagi negara atas sumbangan yang diberikan oleh konsumen rokok ratusan triliyun rupiah, hampir mencapai lebih 10 persen dari total APBN.

Baca Juga: Alasan Kemenag Usulkan Biaya Haji Naik Jadi Rp 69 Juta Per Jamaah

"Kontribusi nyata dengan membayar cukai, yang menyumbangkan ratusan triliyun rupiah, kurang lebih 10 persen dari total APBN,"tambahnya.

Selanjutnya menjadi bahan perdebatkan dikalangan kelompok kesejahteraan dan kesehatan ialah tuntutan revisi terhadap PP 109 tahun 2012 tentang bahan pengamanan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan

Halaman:

Editor: Arun Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X