• Senin, 26 September 2022

Stok Terbatas di Pasar Tradisional, Pedagang Kerap Dituding Menimbun : Akal-Akalan Pemerintah

- Jumat, 18 Februari 2022 | 17:57 WIB
Pemerintah ancam penimbun  minyak goreng Rp14.000 dengan hukum pidana dan denda. (Instagram.com/@kilaubimoli)
Pemerintah ancam penimbun minyak goreng Rp14.000 dengan hukum pidana dan denda. (Instagram.com/@kilaubimoli)

SLEMANNEWS.COM- Menanggapi tingginya harga minyak goreng, pemerintah mengeluarkan peraturan terkait penurunan harga minyak goreng menjadi Rp14.000.

Penurunan harga tersebut hanya berlaku di toko-toko retail saja, sementara di pasar tradisional masih dengan harga lama. 

Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo) menilai penurunan harga minyak goreng tersebut merupakan akal-akalan pemerintah saja, karena stok untuk pasar masih terbatas. 

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Telah Kantongi Nama Calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara Nusantara

Hal ini disampaikan oleh Ketua Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo), Hasan pada Rabu (16/2).

"Kami melihat ada akal-akalan dari pemerinth untuk menghindari kegaduhan di masyarakat. Pelaku usaha di pasar tradisional diberikan harga rendah tetapi stok terbatas," ucap Hasan. 

Menurutnya pemerintah tidak serius menyediakan stok minyak goreng untuk pedagang tradisional, sehingga terjadi pembatasan stok. 

Baca Juga: Haikal Hasan Pertanyakan Tujuan Sandy Tumiwa Laporkan Ustadz Khalid Basalamah ke Polisi : Nggak Capek?

Imbasnya adalah para pembeli lebih memilih mencari minyak goreng ke toko-toko ritel. 

"Sebab pemerintah mengutamakan toko-toko ritel modern dalam mendistribusikan minyak goreng seharga Rp14.000 per liter. Sementara, penyaluran minyak goreng mudah ke pasar tradisional jauh lebih lambat," terang Hasan. 

Halaman:

Editor: Arun Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X