Tumpas Terorisme, Begini Solusi Polres Sleman untuk Edukasi Masyarakat

- Rabu, 28 September 2022 | 20:54 WIB
Tumpas Terorisme, Begini Solusi Polres Sleman untuk Edukasi Masyarakat (Dokumentasi)
Tumpas Terorisme, Begini Solusi Polres Sleman untuk Edukasi Masyarakat (Dokumentasi)

SLEMANNEWS.COM- Terorisme merupakan suatu paham yang tidak boleh tumbuh subur di Indonesia. Pasalnya banyak korban jiwa dikarenakan aksi ini. Salah satu cara untuk menanggulangi terorisme terus diterapkan.

Polres Sleman merekrut Napiter yang sudah taubat dan kembali setia dengan Indonesia untuk memberikan edukasi kepada teman-teman Napiter lainnya di wilayah Jogja.

Diwilayah Kabupaten Sleman terdapat beberapa mantan narapidana teroris yang tinggal tersebar di berbagai Kecamatan diantaranya Berbah, Depok, Pakem, Seyegan, Moyudan, Mlati dan Pakem.

Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, Wakil Bupati Sleman Antarkan Anak Daerah Lanjutkan Pendidikan dengan Beasiswa

Dimana para mantan Napiter tersebut sebagian sudah bisa membaur ditengah masyarakat, namun ada juga yang belum bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Fajar Dwi Setyo, seorang mantan Napiter yang ditugaskan di wilayah Jogja untuk merangkul Napiter lain agar keluar dari paham Terorisme. Fajar Dwi Setyo diperkirakan mampu menjadi figure dalam rangka deradikalisasi dan pencegahan masuknya paham radikalisme di masyarakat.

Saat ini Fajar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan membantu aparat dalam menyadarkan para mantan Napiter untuk kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi.

Baca Juga: Antisipasi Adanya Paham yang Pecah Belah Umat, FKUB Sleman Gelar Seminar Kerukunan

Pasal tentang larangan dan hukuman terorisme telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Bahwa setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat
massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Halaman:

Editor: Annisa Khairiyyah Rahmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rajut Kebersamaan dengan Hapuskan Isu Primordial

Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:35 WIB
X