KOKAM Muhammadiyah Sleman Apresiasi Maraknya Organisasi Agama dan Imbau Agar Tidak Menyebarkan Konflik

- Rabu, 7 September 2022 | 17:29 WIB
KOKAM Muhammadiyah Sleman Apresiasi Maraknya Organisasi Agama dan Imbau Agar Tidak Menyebarkan Konflik (Dokumentasi)
KOKAM Muhammadiyah Sleman Apresiasi Maraknya Organisasi Agama dan Imbau Agar Tidak Menyebarkan Konflik (Dokumentasi)

SLEMANNEWS.COM- Era digital yang serba cepat membawa pergeseran dan perubahan dalam kehidupan manusia modern. Manusia modern semakin sadar akan kebebasan berpendapat dan sadar akan hak-hak setiap manusia untuk dilindungi dalam undang-undang.

Komunitas-komunitas daring bermunculan atas nama golongan dan agama. Hal ini kerap sekali memancing isu SARA di tengah-tengah masyarakat. Seperti belum lama ini di Jogja, muncul fenomena intoleransi dalam bentuk sosial eksperimen yang mengatasnamakan dakwah.

Hal ini tentu akan memicu munculnya islamisasi dan islamphobia. Tentu jika itu sudah ada di tengah masyarakat akan mengancam kerukunan umat beragama secara nasional.

Baca Juga: Lagu Ojo Dibandingke Viral, Begini Cerita di Balik Penciptaannya

Terlebih munculnya organisasi-organisasi tidak resmi dengan latar belakang agama dan beranggoakan masyarakat berusia produktif jelas dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas hubungan antar agama.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Ormas Islam terbesar di Yogyakarta yaitu Muhammadiyah melalui salah satu sayap organisasinya yaitu KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) menyambut baik dengan banyak bermunculannya organisasi yang berasaskan Islam tersebut.

Menurut Marwan Hamid, ketua KOKAM Sleman, dalam Islam secara tidak langsung setiap manusia dituntun untuk berorganisasi dan hidup dalam struktur yang terorganisasi dengan baik.

Baca Juga: 4 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Ada di Jogja. Cek Kampus Anda!

Tentu kita semua mengetahui dengan beragamnya organisasi Islam yang berdiri, berada dan masih eksis hingga hari ini. Dan selama organisasi-organisasi itu masih berdasarkan Al Quran dan As Sunnah sebagai pedoman hidup seorang Muslim, jika kita bukan aktifis, kader atau pengurus dari salah satu organisasi tersebut, setidaknya kita tidak ikut merusak dan mencela mereka yang menjadi kader dan pengurus organisasi dakwah”, tegas Marwan.

Halaman:

Editor: Annisa Khairiyyah Rahmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rajut Kebersamaan dengan Hapuskan Isu Primordial

Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:35 WIB
X