• Senin, 26 September 2022

Mahasiswa dan Masyarakat Sumba NTT, Eko : Banyak Stigma Negatif Tentang Kami.

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:08 WIB
Para mahasiswa Sumba Nusa Tenggara Timur duduk bersama seusai berdikusi antar  sesama daerah. (Dok. Istimewah)
Para mahasiswa Sumba Nusa Tenggara Timur duduk bersama seusai berdikusi antar sesama daerah. (Dok. Istimewah)

SLEMANNEWS.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota yang menjadi sasaran mahasiswa untuk menimba ilmu diperguruan tinggi baik swasta maupun negeri. 

Selain disebut kota pelajar, Yogyakarta juga terkenal dengan kota segudang wisata.

Peristiwa rantau-merantau sering terjadi dalam kehidupan masyarakat, baik merantau dengan tujuan kuliah menimba ilmu atau mencari kerja atau mengadu nasib, seperti yang banyak dialami oleh mahasiswa yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur. 

Baca Juga: Dukung Wirausahawan Muda Bantul Sleman, RM Wibisono Berikan Support Kepada 300 Wirausahawan Muda

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan tempat perantauan mereka karena dikenal sebagai kota pelajar yang memungkinkan mereka menuntut ilmu maupun mencari pekerjaan.

Para perantau itu akhirnya banyak yang menetap di DIY karena merasa sudah mapan dan nyaman hidupnya.

Mereka yang semula hanya ingin menuntut ilmu akhirnya mendapat pekerjaan di DIY bahkan banyak pula yang mendapatkan jodoh di DIY, baik dengan sesama suku maupun antar suku.

Baca Juga: Semakin Sadar dengan Kesehatan, Masyarakat Sleman Rutin Adakan Senam SICITA

Banyak warga Sumba yang telah menetap di Kabupaten Sleman di mana dalam menjalin persaudaraan di antara warga Sumba telah dibentuk kelompok yang beranggotakan warga Sumba khususnya mahasiswa.

Salah satu ketua kelompok warga Sumba di wilayah Kabupaten Sleman bernama Eko.

Halaman:

Editor: Arun Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X